Pembentukan kista dapat terjadi di bawah kulit maupun organ dalam. Karena itu, ciri-ciri penyakit kista pun beragam, tergantung di mana letak terbentuknya kista. Untuk mengetahuinya, yuk, kenali jenis dan ciri-ciri kondisi ini dengan saksama!
Kista Payudara

Ciri-ciri penyakit kista payudara adalah sensasi nyeri di area payudara - dokterbabe
Kista payudara adalah kantung berisi cairan yang terdapat di dalam salah satu atau kedua payudara. Kista yang terbentuk di dalam payudara biasanya tidak berbahaya meskipun memang dapat menimbulkan rasa sakit pada penderitanya.
Setiap wanita bisa memiliki kista payudara, tetapi penderita kista payudara umumnya adalah wanita berusia 35 sampai 50 tahun.
Ciri-ciri penyakit kista payudara dapat kamu lihat dari terjadinya gejala-gejala berikut ini:

Ciri-ciri penyakit kista payudara adalah sensasi nyeri di area payudara - dokterbabe
Kista payudara adalah kantung berisi cairan yang terdapat di dalam salah satu atau kedua payudara. Kista yang terbentuk di dalam payudara biasanya tidak berbahaya meskipun memang dapat menimbulkan rasa sakit pada penderitanya.
Setiap wanita bisa memiliki kista payudara, tetapi penderita kista payudara umumnya adalah wanita berusia 35 sampai 50 tahun.
Ciri-ciri penyakit kista payudara dapat kamu lihat dari terjadinya gejala-gejala berikut ini:
- Munculnya benjolan bulat atau lonjong dengan tepi tegas dan rata yang mudah berpindah ketika ditekan.
- Keluarnya cairan bening, kekuningan, atau cokelat gelap dari puting payudara
- Nyeri pada area sekitar benjolan.
- Membesarnya ukuran benjolan dan timbul nyeri sebelum menstruasi.
- Berkurangnya ukuran benjolan dan gejala lainnya setelah menstruasi.
Kista Ovarium

Ovarium atau indung telur adalah bagian dari organ reproduksi wanita yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur, hormon estrogen, dan progesteron.
Pembentukan kista dapat sewaktu-waktu terjadi di dalam ovarium. Kista ovarium biasanya berisikan cairan dan memiliki ukuran yang bervariasi, dari 5 cm bahkan dapat berukuran besar menyerupai kehamilan.
Terdapat beberapa jenis kista ovarium. Dua yang paling umum di antaranya adalah kista folikel dan kista korpus luteum.
Kista Folikel
Selama siklus menstruasi, sel telur terbentuk di dalam kantung yang disebut folikel. Pada keadaan normal, folikel akan pecah sehingga sel telur keluar dari ovarium. Namun ketika folikel tidak pecah, folikel beserta cairan di dalamnya akan menjadi kista.
Kista Korpus Luteum
Sel telur akan terlepas setelah kantung folikel pecah dan sisa-sisa folikel seharusnya meluruh. Tetapi pada kasus kista ovarium, folikel tidak meluruh. Sebaliknya, folikel justru merapat kembali dan akan terisi oleh cairan. Penumpukan cairan di dalam folikel inilah yang disebut kista korpus luteum.
Wanita yang memiliki kista ovarium akan mengalami gejala berupa:
Kista Epidermoid

Kista epidermoid ditandai dengan munculnya benjolan pada kulit, seringkali area kulit wajah dan leher. Jenis kista ini berkembang dalam waktu lama dan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri. Namun, jika kamu merasakan nyeri atau mendapati tanda-tanda infeksi pada kista, kamu bisa berkunjung ke dokter untuk menghilangkannya.
Pembentukan kista epidermoid seringkali diawali dengan terjadinya gangguan pada kulit atau folikel rambut di sekitarnya. Secara normal, kulit akan memproduksi keratin yang berfungsi untuk menjaga kelenturan dan kekuatan lapisan luar kulit. Namun, protein keratin ini bisa menumpuk di bawah lapisan kulit dan menyebabkan terjadinya kista pada area kulit yang terganggu tadi.

Kista ginjal dapat terbentuk pada permukaan atau di dalam jaringan ginjal. Seperti jenis kista pada umumnya, kista ginjal juga berisi cairan. Meskipun kista itu sendiri tidak berbahaya, kista ginjal dapat menyebabkan komplikasi kista terinfeksi, pecahnya kista, juga dapat menyumbat saluran kemih dan keluarnya urin jika ukurannya cukup besar.
Penyebab kista ginjal belum diketahui secara pasti. Namun, lemahnya jaringan terluar pada ginjal disinyalir menyebabkan pembentukan kantung penyebab kista. Risiko terbentuknya kista ginjal akan bertambah seiring pertambahan usia, namun kondisi ini cenderung banyak terjadi pada pria.
Kista Arachnoid

Arachnoid adalah salah satu dari tiga membran yang melapisi otak. Kista arachnoid biasanya terbentuk di kepala, tapi tidak menutup kemungkinan untuk muncul di sekitar sumsum tulang belakang.
Umumnya, kista jenis ini terbentuk di ruang antara otak dan tengkorak atau di dalam rongga yang disebut ventrikel. Kista arachnoid biasanya berisikan cairan serebrospinal (cerebrospinal fluid atau disingkat CSF).
CSF adalah cairan yang secara alami berada di sekeliling otak dan sumsum tulang belakang. Fungsi CSF sebenarnya adalah melindungi organ dan jaringan dalam otak dari guncangan.
Ciri-ciri penyakit kista arachnoid dapat kamu amati dengan memperhatikan terjadinya gejala seperti:
Tetapi jika kamu mulai merasakan adanya ciri-ciri penyakit kista yang mengganggu dan menyakitkan, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah kamu membutuhkan tindakan lebih lanjut.

Ovarium atau indung telur adalah bagian dari organ reproduksi wanita yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur, hormon estrogen, dan progesteron.
Pembentukan kista dapat sewaktu-waktu terjadi di dalam ovarium. Kista ovarium biasanya berisikan cairan dan memiliki ukuran yang bervariasi, dari 5 cm bahkan dapat berukuran besar menyerupai kehamilan.
Terdapat beberapa jenis kista ovarium. Dua yang paling umum di antaranya adalah kista folikel dan kista korpus luteum.
Kista Folikel
Selama siklus menstruasi, sel telur terbentuk di dalam kantung yang disebut folikel. Pada keadaan normal, folikel akan pecah sehingga sel telur keluar dari ovarium. Namun ketika folikel tidak pecah, folikel beserta cairan di dalamnya akan menjadi kista.
Kista Korpus Luteum
Sel telur akan terlepas setelah kantung folikel pecah dan sisa-sisa folikel seharusnya meluruh. Tetapi pada kasus kista ovarium, folikel tidak meluruh. Sebaliknya, folikel justru merapat kembali dan akan terisi oleh cairan. Penumpukan cairan di dalam folikel inilah yang disebut kista korpus luteum.
Wanita yang memiliki kista ovarium akan mengalami gejala berupa:
- Perdarahan tanpa sebab dari jalan lahir
- Bertambahnya berat badan
- Buang air kecil tidak tuntas
- Kembung atau rasa begah serta rasa mulas pada perut
- Rasa nyeri pada panggul selama menstruasi
- Sakit saat berhubungan intim
- Rasa nyeri pada payudara, punggung bagian bawah, atau paha
- Mual dan muntah

Kista epidermoid ditandai dengan munculnya benjolan pada kulit, seringkali area kulit wajah dan leher. Jenis kista ini berkembang dalam waktu lama dan biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri. Namun, jika kamu merasakan nyeri atau mendapati tanda-tanda infeksi pada kista, kamu bisa berkunjung ke dokter untuk menghilangkannya.
Pembentukan kista epidermoid seringkali diawali dengan terjadinya gangguan pada kulit atau folikel rambut di sekitarnya. Secara normal, kulit akan memproduksi keratin yang berfungsi untuk menjaga kelenturan dan kekuatan lapisan luar kulit. Namun, protein keratin ini bisa menumpuk di bawah lapisan kulit dan menyebabkan terjadinya kista pada area kulit yang terganggu tadi.
- Kista epidermoid dapat diamati jika ciri-ciri berikut ini terjadi pada kamu:
- Munculnya benjolan kecil di bawah lapisan kulit wajah, leher, atau badan.
- Adanya bintik kehitaman yang menyumbat kista.
- Keluarnya zat kental kekuningan dari dalam kista.
- Timbulnya bercak kemerahan dan pembengkakan yang terasa nyeri di area terbentuknya kista saat kista mengalami infeksi.

Kista ginjal dapat terbentuk pada permukaan atau di dalam jaringan ginjal. Seperti jenis kista pada umumnya, kista ginjal juga berisi cairan. Meskipun kista itu sendiri tidak berbahaya, kista ginjal dapat menyebabkan komplikasi kista terinfeksi, pecahnya kista, juga dapat menyumbat saluran kemih dan keluarnya urin jika ukurannya cukup besar.
Penyebab kista ginjal belum diketahui secara pasti. Namun, lemahnya jaringan terluar pada ginjal disinyalir menyebabkan pembentukan kantung penyebab kista. Risiko terbentuknya kista ginjal akan bertambah seiring pertambahan usia, namun kondisi ini cenderung banyak terjadi pada pria.
- Ciri-ciri penyakit kista ginjal dapat kamu kenali dengan mudah, di antaranya:
- Rasa nyeri pada punggung atau perut bagian samping
- Rasa nyeri pada perut bagian atas
- Pada kondisi yang parah dapat menimbulkan perdarahan
- Tanda-tanda infeksi yang meliputi demam dan menggigil.

Arachnoid adalah salah satu dari tiga membran yang melapisi otak. Kista arachnoid biasanya terbentuk di kepala, tapi tidak menutup kemungkinan untuk muncul di sekitar sumsum tulang belakang.
Umumnya, kista jenis ini terbentuk di ruang antara otak dan tengkorak atau di dalam rongga yang disebut ventrikel. Kista arachnoid biasanya berisikan cairan serebrospinal (cerebrospinal fluid atau disingkat CSF).
CSF adalah cairan yang secara alami berada di sekeliling otak dan sumsum tulang belakang. Fungsi CSF sebenarnya adalah melindungi organ dan jaringan dalam otak dari guncangan.
Ciri-ciri penyakit kista arachnoid dapat kamu amati dengan memperhatikan terjadinya gejala seperti:
- Sakit dan pusing kepala
- Mual dan muntah
- Kejang
- Badan lesu
- Gangguan penglihatan
- Penurunan fungsi pendengaran
- Gangguan pada kemampuan berjalan
- Terganggunya keseimbangan
- Keterlambatan perkembangan (pada anak-anak)
- Demensia (berbagai gangguan kognitif seperti pikun, perubahan emosi, kesulitan berkomunikasi, dan hambatan dalam melakukan kegiatan sehari-hari)
Tetapi jika kamu mulai merasakan adanya ciri-ciri penyakit kista yang mengganggu dan menyakitkan, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah kamu membutuhkan tindakan lebih lanjut.

0 Response to "Ciri-ciri penyakit Kista yang harus kamu ketahui, kadang dikira hanya benjolan biasa"
Posting Komentar