Jangan sembarangan, Waktu yang tepat minum obat bagi penderita diabetes yang ingin puasa

Berpuasa merupakan kewajiban bagi umat muslim. Namun, ada beberapa pasien yang sebetulnya tidak dianjurkan untuk berpuasa. Di antaranya seperti stroke, diabetes, hipertensi, ginjal, jantung, dan berpenyakit degeneratif lainnya.


Sebab, pasien dengan penyakit degeneratif biasanya dianjurkan untuk minum obat 3 kali sehari. Jika terlewat, maka akan memperburuk kondisi kesehatannya. Namun, ada penyakit degeneratif yang masih diperbolehkan berpuasa seperti diabetes.

"Hanya saja, aturan pola minum obatnya berubah. Salah satunya penyakit diabetes. Untuk pasien diabetes ada tiga kelompok dengan risiko tinggi, sedang, dan rendah," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Sentra Medika Cisalak, dr. Deni Kriscahoyo. Sp.PD. FINASIM, dalam seminar 'Tetap Bugar Selama Puasa', baru-baru ini.

Untuk kelompok risiko tinggi biasanya terjadi penurunan fungsi ginjal, komplikasi stroke, jantung, dan penyakit lainnya. Maka harus berhati-hati. Lalu mereka-mereka yang hidupnya sendiri dan mendapat terapi insulin. Mereka-mereka yang punya penyakit lain dan usia lanjut dengan kondisi sakit. Dan mereka-mereka yang mendapat pengobatan untuk mental.

Lalu, kelompok risiko sedang adalah pasien diabetes yang terkendali. Terakhir, kelompok risiko rendah, sehari-hari sehat dengan kondisi diabetesnya. Sehat dengan gaya hidup dan menggunakan obat-obatan. Kelompok ini relatif aman untuk berpuasa.

Mengapa ada pasien berisiko yang tak boleh berpuasa? Sebab, ada perbedaan saat berpuasa. Begitu juga aturan minum obat.

Lalu bagaimana perubahan aturan minum obat bagi pasien diabetes berdasarkan kelompoknya?

1. Kelompok Gula Darah Terkontrol

Cukup hanya diet gula darah dan olahraga. Untuk kelompok ini berpuasa aman, hanya mempertahankan pola makan dan tetap berolahraga.

2. Kelompok Pasien Terkontrol dengan Diet dan Minum Obat

Maka pasien ini mengubah pola minum obatnya. Yaitu ada yang dosis tinggi (porsi obat kecil dan terbagi) dan minum obat 3 kali sehari.

Dosis tinggi untuk porsi kecil mengubah pola minum obat yang biasanya pagi hari, diminum saat nanti bila berbuka puasa. Lalu dosis tinggi untuk porsi terbagi yakni mengubah pola minum obat saat berbuka dan sahur 1/2 dosis.

Kemudian bagi kelompok yang harus minum obat 3 kali sehari, biasanya minum obat pagi atau siang. Tapi saat puasa, obat bisa diminum saat berbuka dengan dosis obat dobel (2 tablet) dan sahur 1/2 dosis.

3. Kelompok Pasien dengan Insulin

Pasien ini harus mengontrol diabetesnya dengan insulin, diet, dan olahraga. Maka aturan penggunaan insulinnya juga berubah.

Pasien dengan 1 kali suntik insulin, dilakukan pada saat berbuka puasa.

Pasien dengan 2-3 kali suntik insulin, mereka tak dianjurkan berpuasa. Sebab dikhawatirkan gulanya anjlok atau naik.

Pasien dengan 1 kali suntik insulin dan obat, minum obatnya sesuai arahan dokter dan insulin saat berbuka. Pasien ini harus berhati-hati berpuasa.

Pasien dengan 2 kali suntik insulin dan obat, mereka juga tak dianjurkan berpuasa.  ( jawapos.com )

0 Response to "Jangan sembarangan, Waktu yang tepat minum obat bagi penderita diabetes yang ingin puasa"

Posting Komentar